Showing posts with label memaksimalkan. Show all posts

Tahukah anda?.. Untuk mengoptimalkan performa mesin komputer salah satu cara yang berdampak signifikan adalah dengan cara meningkatkan kecepatan processor atau CPU. Overclocking bisa dibilang adalah upaya untuk meningkatkan kinerja processor secara paksa bahkan sampai batas maksimalnya.

Overclocking bisa dibilang gampang tapi bisa rumit. Dan Overclocking bila tidak dilakukan dengan pengetahuan dan persiapan dapat mengurangi umur mesin lebih cepat bahkan beresiko merusak perangkat-perangkat keras lain yg ada didalam unit komputer karena Overclocking menyebabkan komponen-komponen mesin lainya juga menjadi lebih panas.

Kebanyakan Processor sudah dibatasi kecepatannya sejak dikeluarkan dari pabrik. Biasanya itu terdapat pada komputer Build Up dan Laptop karena jarang mendukung fitur Overclock dalam BIOSnya agar keawetan Processor tetap terjaga.

Bagi saya, untuk apa memiliki unit komputer mahal dari pabrik namun performanya tidak maksimal. Toh, dalam waktu 6-8 tahun komputer yang ada sudah ketinggalan teknologinya. Tapi bagaimana jika Processor yg ada bisa dibebaskan potensinya sambil dijaga keawetannya?.. Jika ingin melakukan tentunya ada persyaratan standard yg perlu dipenuhi demi keawetan perangkat-perangkat lain yg tergabung dalam 1 unit komputer.

Syaratnya adalah:
- BIOS pada Motherboard berfitur "Advanced"
- CPU Cooler yg diatas standard.
- Power Supply yg murni dayanya.
- Casing tersedia lebih banyak ventilasi.
- Pengetahuan dasar Overclocking CPU
Sepertinya itu saja.

Jika Overcloking yg dilakukan mengakibatkan kerusakan pada salah satu perangkat keras didalam unit komputer, selama garansinya masih berlaku dan tidak ada label garansi yg terlepas dari perangkat (Warranty Void If Removed), anda masih bisa klaim garansi CPU atau perangkat lainnya.

Saya punya video tutorial lama tentang Overcloking yg baru saja saya re-upload ke Youtube. Sampai saat mengetik ini, Processor 4 core seharga 500ribuan yang relatif murah tersebut masih saya gunakan.

Gigabyte A55M DS2 - Athlon II x4 631- G-Skill Trident 4GB - Corsair VS Series 450watt - Hyper TX3 EVO Cooler 

Perlu diketahui bahwa jika ada yang mengikuti cara overclock yang saya lakukan sebagai referensi, saya tidak bertanggung jawab andai saja anda melakukannya sendiri mengakibatkan kerusakan sistem komputer anda.

Ok, itu saja yg ingin saya sharing tentang Overclocking - Optimalkan Kinerja Processor (CPU) Dengan Cara Meningkatkan Kecepatannya. Semoga sukses untuk anda semua.


Dengan Cara Meningkatkan Kecepatan CPU
Halo apa kabar?..
Kali ini saya ingin sharing mengenai tutorial langkah-langkah cara menginstall dan setting Windows 7 berperforma maksimal berdasarkan pengalaman mengutak-atik mesin komputer dan sistem operasi windows 7.

Saya tahu bahwa hampir tak terhitung banyaknya situs di internet yang juga sharing
pengetahuan mereka baik dari pengalaman pribadi, tapi saya punya konsep yang mungkin juga sama dengan pakar lainnya.

Operating System (OS) Windows 7 khususnya edisi Ultimate adalah yang paling saya suka
dari bermacam produk sistem operasi yang telah diterbitkan raksasa Microsoft oleh karena kestabilan sistemnya, kemudahan instalasi dan operasi, dukungan aplikasi dasar yang memadai, cukup mudah di atasi jika ada beberapa kesalahan yang disebabkan oleh mesin, software, ataupun human error, dan kompatibilitasi dengan banyaknya aplikasi (Software) di pasaran.

Ok kalau begitu saya mulai saja skenarionya...

Tutorial Panduan Langkah Cara Install & Setting Windows 7 Performa Maksimal.

1. Membuat keputusan dalam memilih arsitektur sistem Window 7.
a. Windows 7 Ultimate 32Bit (x86). Hanya mendukung memory (RAM) sampai 3GB.  Jadi, jika saya punya kapasitas RAM 4GB maka yang disediakan Windows 7 hanya 3GB saja.

b. Windows 7 Ultimate 64Bit (x64). Untuk Windows 7 Ultimate mendukung kapasitas RAM sampai 192GB.

Jika spesifikasi mesin komputer saya sementara hanya didukung oleh RAM berkapasitas 2GB, maka saya akan tetap menginstall versi 64bit dari Windows 7 sebagai persiapan jika nanti saya melakukan upgrade RAM berkapasitas lebih besar lagi.

2. Memilih instalasi Windows 7 melalui USB Flash Drive atau SSD karena prosesnya akan lebih cepat selesai dibandingkan install Windows menggunakan CD-ROM.

3. Jika saya hanya memiliki Hard Disk (HDD) tunggal berkapasitas 500GB, maka saya akan membuatnya menjadi 2 bagian (Partition). Untuk system data Windows 7 biasanya saya sediakan besar kapasitas 100GB agar tidak begitu lama selesai dalam proses Defragment nanti, dan sisanya untuk data non-system dan aplikasi-aplikasi yang bisa berjalan tanpa di install.

4. Setelah proses instalasi selesai dan siap digunakan, terlebih dahulu saya aktifkan penggunaan sistem sebagai Administrator agar semua aplikasi yang saya gunakan berjalan dengan hak penuh tanpa dialog-dialog yang muncul ketika aplikasi dijalankan membutuhkan konfirmasi sebagai System Administrator. Setelah itu Log off dari sistem dan Log on kembali dengan pilihan sebagai pengguna Administrator, lalu mengatur password untuk masuk sebagai Adminstrator di layar Log On. 
 
5. Saya aktifkan Windows 7 yang masih dalam keadaan Trial (Coba guna selama 30 hari).

6. Saya lakukan penyesuaian resolusi layar Desktop sesuai dengan yang direkomendasikan sistem Windows bagi dimensi layar monitor yang gunakan.
  
7. Saya jalankan Windows Update agar isu-isu error, kompatibilitas, keamanan, anti virus dan kelengkapan lainnya diperbaharui. Adapun untuk melakukan Windows Update dibutuhkan koneksi internet yang cepat karena besar data yang dipebaharui bisa mencapai besaran 4GB. Untuk mengakali agar lain kali Windows Update tidak perlu lagi dilakukan secara online, saya menggunakan software khusus yaitu WSUS Offline Update yang berguna mendownload data Windows Update hanya sekali saja, artinya setelah data tersimpan lain kali install Windows 7 saya bisa melakukan update tanpa koneksi internet (Offline). Setelah selesai Download dan install Update secara online maupun offline saya restart komputer (PC).

8. Kembali masuk Windows 7, saya membuat pengaturan untuk Taskbar dan Start Menu. Biasanya ukuran Taskbar saya buat lebih tipis agar dimensi layar File Explorer dan Internet Browser sedikit lebih luas. Dan untuk Start Menu pada bagian Privasy saya hilangkan kedua tanda centang agar sejarah aplikasi yang pernah dijalankan tidak membekas di Start Menu.

9. Selanjut saya mulai menginstal program-program pendukung sistem dasar dari pihak ketiga, seperti Java Runtime Environment (JRE) yang memberi dukungan untuk menjalan aplikasi berbasis sistem Java, Adobe Reader agar saya dapat membuka data berekstensi .PDF, Flash Player agar dapat menjalankan program berbasis Flash untuk nonton Youtube dan Streaming video di situs manapun serta kegunaan multimedia lainnya.

10. Setelah menginstal semua program atau aplikasi yang sekiranya penting untuk penggunaan dasar keseharian ataupun agak jarang, terlebih dahulu saya membersihkan/delete sisa-sisa data sementara ketika menginstal program atau aplikasi sebelumnya. Folder data sementara itu terletak di C:\Users\Administrator\AppData\Local\Temp. Setiap kali saya delete semua file yang ada dalam folder Temp, akan ada satu file yang bernama FXSAPIDebugLogFile yang tidak bisa dihapus, namun saya tidak khawatir karena file berekstensi .TXT itu adalah bagian dari sistem Windows 7 yang berfungsi menyimpan catatan aktifitas Print dan Fax.    

11. Kemudian saya delete juga semua sisa data yang tersimpan dalam folder Temp yang berlokasi di C:\Windows\Temp. Selanjutnya saya bersihkan secara otomatis semua sisa data sementara dengan menggunakan layanan Disk Cleanup. Dan tiba saatnya saya jalankan program Defragment yang berfungsi untuk menata secara otomatis dengan teratur agar data-data program atau aplikasi yang terinstal mengisi ruang-ruang kosong dalam sektor Hard Disk yang berefektif mempercepat akses data-data dalam Hard Disk.  

12. Untuk mempercepat proses Startup Windows ketika dinyalakan dalam keadaan Shutdown, saya non-aktifkan program-program yang tidak perlu ikut berjalan pada saat Startup. Caranya adalah mencari program msconfig lewat Start Menu Search Box dan menjalakannya. Namun saya berhati-hati agar program yang berhubungan dengan Sound dan Graphic tetap tercentang. Akhirnya saya restart komputer.

Sepertinya hanya 12 langkah dasar itu yang sering saya praktekan untuk menginstal & menjalankan Windows 7 dengan perfoma maksimal sesuai dengan performa spesifikasi mesin komputer yang ada.

Ok, cukup sekian dulu sharing pengalaman tentang Panduan Langkah-Langkah Cara Install & Setting Windows 7 Performa Maksimal. Semoga apa yang saya curahkan sebagai artikel pengalaman juga ini dapat bermanfaat bagi Anda yang mampir baca-baca di www.computerfactual.cf. Sampai jumpa pada sharing pengalaman berikutnya.
panduan langkah cara install setting windows 7

Welcome to My Blog

Copyright © Computer & Internet Related Information - Designed by Johanes Djogan